Posisi
anak dalam keluarga ada dua:
Pertama, sebagai penyambung generasi, Kedua, sebagai pelanjut tugas dan
cita-cita orang tuanya –
lihat QS. Al-Furqan (25): 74.
Perlakuan orang tua terhadap anaknya sangat dipengaruhi
oleh dua faktor:
Pertama, faktor harapan
dan cita-cita berkeluarga kedua orang tuanya. Cita-cita adalah harapan
tertinggi yang sangat ingin diraih yang diupayakan dengan rencana dan segala
kemampuan yang paling maksimal. Sebab, membentuk keluarga bukanlah tujuan, tapi
sarana untuk mencapai sebuah tujuan. Karena itu, pastikan Anda tidak salah
dalam menetapkan cita-cita berkeluarga.
Kedua adalah kesadaran untuk melaksanakan tugas
terpenting dalam berkeluarga. Apakah tugas terpenting dalam berkeluarga itu?
Allah swt. menyebebutkan dalam
QS. At-Tahrim (66): 6, “Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan bebatuan; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras,
mereka tidak mendurhakai Allah dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan-Nya.”
Jadi, keluarga sukses
adalah keluarga yang di dunia berhasil menjalankan misi sebagai pemimpin
orang yang bertakwa dan di akhirat, berhasil mencapai visinya terbebas dari
neraka.